sumber:http://jagadgrafis.blogspot.com/2012/07/animasi-sejarah-dan-perkembangannya.html
Masa Prasejarah
Seperti karya-karya peradaban manusia yang lainnya, sejarah animasi
ternyata sama tuanya dengan perkembangan peradaban manusia di bumi ini.
Sejak jaman pra sejarah, manusia purba telah berusaha untuk membuat
gambar-gambar bergerak sesuai dengan imajinasi mereka serta dengan
keterbatasan alat yang mereka gunakan pada waktu itu.
Lukisan dinding gua altamira di Spanyol merupakan bukti peninggalan
peradaban manusia pra sejarah pada masa Paleolithicum, berupa lukisan
dinding gua tentang binatang dan perburuan, sebagai cermin dari kondisi
kehiduapan mereka pada waktu itu. Dari sekian banyak lukisan dinding
gua, ada beberapa lukisan yang apabila dicermati, merupakan upaya
manusia purba untuk menggambarkan sebuah garakan. Lukisan tersebut
berupa lukisan binatang yang digambarkan dengan kaki yang banyak. Hal
ini sebagai bukti, bahwa mereka telah berupaya untuk membuat kesan
seolah-olah binatang tersebut sedang berlarian.
Masa Peradaban Mesir Kuno
Perkembangan animasi tidak berhenti pada masa prasejarah saja, namun
terus berkembang bahkan hingga saat ini. Pada masa peradaban Mesir kuno,
orang-orang pada masa tersebut telah berupaya untuk membuat sebuah
rangkaian gambar yang memiliki makna sebuah gerakan dan bahkan
mengandung unsur cerita. Peradaban Mesir telah terbukti sebagai sebuah
peradaban yang sangat maju, pada waktu itu. Dengan huruf hieroglif
meraka meninggalkan bukti catatan peradaban maju mereka yang mengundang
decak kagum manusia hingga saat ini. Diantara ribuan peninggalan
peradaban Mesir, mereka juga meninggalkan bukti adanya upaya manusia
untuk membuat gambar yang mereka buat seolah-olah sedang bergerak.
Pharao Ramses II di
Mesir membangun sebuah kuil untuk Dewa Isis. Tidak seperti pada
kuil-kuil yang
lain, dalam kuil dewa isis tersebut terdapat beberapa
tiang yang terdapat relief fugur dewa, dalam urutan gerakan yang runut.
Kuil tersebut sebagai bukti adanya upaya manusia pada masa Mesir kuno
untuk membuat gambar yang seolah-olah sedang bergerak.
Masa Perdaban Yunani Kuno
Pada masa yunani kuno, upaya untuk membuat rangkaian gambar yang
terkesan bergerak telah mereka lakukan. Bukti adanya upaya tersebut
dapat dilihat melalui beragam benda-benda seni yang telah dihasilkan
oleh peradaban Yunani kuno, diantaranya adalah kendi.
Kendi-kendi yang artistic tersebut seringkali dilukis dengan
figure-figur tokoh
dalam tahapan gerakan yang mengelilingi kendi. Jika kendi diputar, maka
akan
memberikan efek gerakan.
Relief Candi
Selain
pada peninggalan peradaban kuno diatas, masih ada lagi bukti
perkembangan animasi pada perdaban manusia, yaitu relief candi. Dimana
pada relief tersebut rentetan panel relief mengandung unsur cerita dan
seolah-olah hidup dalam benak orang yang melihat dan menghayati alur
ceritanya.
Wayang
Wayang
kulit yang dimainkan oleh dalang, dengan efek-efek suara berupa
gamelan, dan alur cerita yang sangat kuat, mampu menyedot perhatian
pemirsanya selama berjam-jam hingga semalam suntuk, adalah bentuk
animasi pertama yang sudah dikatakan lengkap, dimana unsur-unsur
animasi adanya gambar yang bergerak, alur cerita dan efek suara, sudah terpenuhi.
The Persistance of Vision
Perkembangan animasi selanjutnya, lebih ditekankan pada aspek keilmuan,
dan mulai merambah bidang teknologi, meskipun dengan hasil yang sangat
sederhana. Adalah Thomas Alfa Edison (1860), selain terkenal dengan
penemuan lampu pijarnya, juga mengamukakan sebuah teory yang di kenal
dengan "The Persistance of Vision". Inti dari teori tersebut adalah, jika kita melihat sebuah gambar, maka citra gambar tersebut akan terekam dalam retina manusia selama 1/10 detik sebelum citra akan gambar tersebut benar-benar menghilang.
Berbasis pada teori tersebut, mulai
muncul orang-orang yang memperdalam ilmu untuk membuat agar sebuah
gambar tampak hidup dan bergerak-gerak. Dengan teknologi yang sangat
sederhana, mereka mampu menciptakan alat yang mampu membuat rangkaian
gambar, dapat tampak hidup dan bergerak. Tentu saja penemuan teknologi
tersebut mampu membuat kekaguman orang pada saat itu.
Thaumatrope (Paul Roget - 1828)
Merupakan sebuah alat yang sangat
sederhana, berupa sebuah kepingan yang memiliki dua gambar, di satu sisi
bergambar burung dan sisi lain bergambar sangkar. Kepingan tersebut
pada kedua sisinya diberi pegas atau tali yang fungsinya untuk memutar.
Jika kepingan berputar, maka akan terlihat seekor burung yang ada
didalam sangkar. Alat ini membuktikan teori dari Thomas Alfa Edison
tentang persistance of vision.
Phenakistoscope (Joseph Plateu - 1826)
Berupa sebuah kepingan gambar, dan di
sisi lain terdapat kepingan dengan lubang-lubang di sekitarnya. Ketika
kepingan gambar terebut diputar, melalui lubang yang talah disediakan,
akan terlihat rangkaian gambar tersebut bergerak.
Zeotrope (Pierre Desvignes - 1860)
Hampir sama dengan Thaumatrope, Zoetrope berupa rangkaian gambar yang
dimasukkan dalam sebuah tabung, dibagian lain dari tabung diberi lubang
untuk melihat gambar. Ketika tabung digerakkan, maka gambar tersebut
akan terlihat bergerak.
Penemuan Film Proyektor
Penemuan film proyektor oleh Thomas Alfa Edison, membuka peluang baru
untuk menciptakan gambar yang bergerak. Dengan menggunakan media film
proyektor, semakin mempermudah cara untuk membuat rangkaian gambar
menjadi hidup dan bergerak. Gambar dibawah ini merupakan proyektor
pertama yang di ciptakan oleh Thomas Alfa Adison.
Film Animasi
Era setelah diketemukannya proyektor dan perkembangannya, mulai
bermunculan film-film animasi pendek yang dibuat dengan teknik yang
masih sangat sederhana serta dengan keterbatasan alat yang digunakan.
Film-film pada awal perkembangan animasi adalah sebagai berikut.
- Humourous Phases of Funny Faces. (Stuart Blackton - 1906)
Film animasi ini, berupa gambar kartun yang di buat dengan kapur tulis diatas papan tulis. Teknik pengambilan gambarnya adalah dengan menggambar kemudian difoto dan dihapus untuk diganti dengan gambar selanjutnya. Rangkaian foto-foto tersebut kemudian digabung dan disajikan sebagai film animasi. Film inilah yang menggunakan teknik "stop-motion" yang pertama didunia. - Gartie The Dinosaur (Winsor McCay 1914)
Merupakan fim animasi yang sudah memasukkan unsur cerita didalamnya.
- Felix the Cat (Otto Massmer, 1919)
Pada film ini sudah jauh lebih menarik, karena adanya unsur cerita yang megalir, serta beberapa efek yang membuat film ini menarik.
- Flowers and tree (Walt Disney, 1932)
Film flowers and tree, sebelumnya telah diproduksi dalam bentuk film hitam putih, film tersebut akhirnya di produksi ulang dengan menambahkan unsur warna. Flowers and tree akhirnya memenangkan Academy Award untuk kategori film pendek animasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar